Tuesday, 17 February 2015

Let's try Bamboo Salt

  • Hai-O Garam Buluh (Bamboo Salt) Premier Cooking Salt Powder


    Hai-O bamboo salt uses 100% organic sun-dried salt as its raw material. This natural salt is made of energy seawater generated by the vast underground ore cluster at Yeonpyeong Island and Hyeongjun Peninsular, West Coast of Korea. Hai-O Bamboo Salt Premier is rich in minerals (such as magnesium, potassium, copper, iron and zinc) and contains more than 200 types of trace elements, which not only enrich the nutritional value but also make meals healthier and tastier.



    Would Hai-O Bamboo Salt Premier Cooking Salt Powder affect the taste of foods?
    No, it would not. Hai-O Bamboo Salt Premier Cooking Salt Powder can even further enrich the nutritional value of food.

    Between Hai-O Bamboo Salt and sea salt, which one is better?The natural ingredient of Hai-O Bamboo Salt is 100% organic sun-dried salt from Korea. The natural salt is poured into a 3-year old bamboo tube and sealed with unpolluted yellow clay. Sealed bamboo tube will be incinerated in kiln with pine firewood to melt and harden the natural salt into a column, as well as to neutralize and remove harmful materials such as heavy metals or impurities. After the burning process, the salt is enriched by essence of pine woods (such as turpentine and pine oil) and bamboo (200 types of essential trace elements) with inorganic metal ions such as magnesium, calcium, potassium, copper, iron and zinc which are essential for human body. Therefore, nutritional value of Hai-O Bamboo Salt is better than sea salt.  


    Should I stop taking any salt since regular salt is unhealthy? Salt is one of the essential minerals for our body to maintain normal growth, regulate in vivo water distribution, maintain intra- and extracellular osmotic pressure, synthesize gastric acid, promote gastric acid secretion and improve appetite. It also ensures the acidity and alkalinity necessary for pepsin to play its role, maintains acid-base balance and circulation of body fluid. Hai-O Bamboo Salt does not contain any additive, heavy metals and chemical substance but is rich in minerals and trace elements; therefore Hai-O Bamboo Salt is the ideal replacement for regular salt to maintain a healthy body.





Wednesday, 11 February 2015

Jan Koum dan Whatsapp

Jan Koum, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yang relatif miskin. Saat usia 16 tahun, ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”.



Pada usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. “Hidup begitu pahit”, Koum membatin.
Hidupnya kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka bertahan hidup hanya dgn tunjangan kesehatan seadanya. Koum lalu kuliah di San Jose University. Tapi kemudian ia memilih drop out, karena lebih suka belajar programming secara autodidak.
Karena keahliannya sebagai programmer, Jan Koum diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo!. Ia bekerja di sana selama 10 tahun. Di tempat itu pula, ia berteman akrab dengan Brian Acton.
Keduanya membuat aplikasi WhatsApp tahun 2009, setelah resign dari Yahoo!. Keduanya sempat melamar ke Facebook yang tengah menanjak popularitasnya saat itu, namun diitolak. Facebook mungkin kini sangat menyesal pernah menolak lamaran mereka.
Setelah WhatsApp resmi dibeli Facebook dengan harga 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 224 triliun) beberapa hari lalu, Jan Koum melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat dimana ia dulu, saat umur 17 tahun, setiap pagi antre untuk mendapatkan jatah makanan dari pemerintah. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antre. Mengenang saat-saat sulit, dimana bahkan untuk makan saja ia tidak punya uang.. Pelan2, air matanya meleleh. Ia tidak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan nilai setinggi itu.
Ia lalu mengenang ibunya yg sudah meninggal karena kanker. Ibunya yang rela menjahit baju buat dia demi menghemat. “Tak ada uang, Nak…”. Jan Koum tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita bahagia ini kepada ibunya.
Rezeki datang dari arah dan bentuk yang tidak terduga. Remaja miskin yg dulu dapat jatah makan itu kini jadi Triliuner.



Monday, 12 January 2015

JTX Air Tracker





JTX Airtracker mengubah molekul udara ke dalam struktur molekul yang sangat kecil. Oleh karena itu, bahan bakar halus dapat terbakar lebih sempurna dan optimal. Hal ini memungkinkan mesin untuk memberikan yang terbaik performancewith gerakan piston halus yang menghasilkan penghematan bahan bakar untuk kinerja yang sama. Selain itu juga membantu memperpanjang umur dari bagian mesin.

JTX Airtracker tidak hanya diciptakan untuk penghematan bahan bakar, juga membantu memberikan kontribusi untuk lingkungan yang lebih hijau. Sepenuhnya bahan bakar terbakar memancarkan kurang karbon monoksida yang akhirnya mengurangi emisi karbon.


Penggunaan yang

Kereta <1,599CC - 3 buah stiker

Kereta 1.600 untuk 2,999CC - 6 buah stiker

Kereta lebih dari 3000 cc - 9 buah stiker


Pengaruh Karbon Dioksida dan Karbon Monoksida Emisi setelah penggunaan JTX Airtracker:

karbon Dioksida
Setelah 30 menit: 21% pengurangan emisi
Setelah 150 menit: pengurangan emisi 56%

karbon Monoksida
Setelah 30 menit: pengurangan emisi 60%
Setelah 150 menit: 87% pengurangan emisi



Mahu lebih informasi? Nah, boleh baca di sini
Mahu cuba juga bisa aja mesej saya, Netty: